Jika kita ke Jawa Barat, kalau kita perhatikan dengan seksama, ada satu nama yang paling sering digunakan di tiap daerah. Baik untuk nama jalan, gedung, stadion, kelompok, institusi atau nama lainnya. Nama tersebut adalah Siliwangi. Setiap tempat di Jawa Barat hampir dipastikan ada jalan yang bernama Siliwangi. Di beberapa tempat digunakan sebagai nama Stadion, Universitas, Kelompok kepemudaan bahkan sampai nama sebuah institusi militer setingkat kodam.
Selanjutnya bila lebih seksama, biasanya nama/kata Siliwangi akan selalu berdampingan dengan Harimau. Seakan-akan gambar/wujud harimau tersebut merupakan kata ganti dari Siliwangi. Gambaran harimau pun cukup beragam, baik cuma diwakili oleh kepalanya, wajahnya maupun gambaran badan harimau secara utuh.
Apa, Siapa itu Siliwangi ?
Siliwangi berasal dari kata Sili(h) dan Wangi. Yang jika diartikan secara utuh adalah Pengganti (Prabu) Wangi. Maksudnya adalah Siliwangi diberikan kepada raja-raja yang menjadi pengganti Prabu Wangi. Sedangkan Prabu Wangi(sutah) sendiri adalah gelar untuk Prabu Niskala Wastu Kancana, raja dari kerajaan Sunda (=Pajajaran) ke-32 sejak Prabu Tarusbawa. Wilayah kerajaannya saat itu kurang lebih meliputi provinsi Lampung, Banten dan Jawa Barat sekarang.
Sudah menjadi pengetahuan umum, terutama bagi masyarakat Jawa Barat, bahwa Siliwangi merupakan gelar bagi raja di kerajaan Pajajaran. Namun belum banyak yang tahu bahwa raja yang mempunyai gelar Siliwangi adalah tidak hanya satu. Setidaknya ada enam raja yang bergelar Siliwangi. Mereka adalah Jaya Dewata, Surawisesa, Dewata Buana, Ratu Sakti, Nilakendra dan Surya Kancana.
Hubungan Siliwangi dan Harimau
Kadang kalau kita renungkan, apa hubungan antara Siliwangi dengan Harimau ? Kenapa seorang manusia sampai digambarkan dengan seekor Harimau ?
Ada sebuah mitos yang saya ketahui sejak kecil, mitos tersebut menceritakan bahwa Prabu Siliwangi saat terdesak oleh musuh, pergi ke Gunung Sancang lalu menjelma menjadi harimau dan akhirnya menghilang (Nga-Hyang). Mitos ini tertutur secara turun temurun, bahkan bisa dipastikan semua masyarakat Sunda tahu tentang mitos ini meskipun dengan beberapa perbedaan versi. Karena begitu meresapnya mitos ini di masyarakat Sunda (Jawa Barat), maka keterkaitan antara nama Siliwangi dan Harimau dapat dipastikan berasal dari mitos ini.
Akibat mitos ini, sampai-sampai sempat saya mereka-reka bahwa orang sunda itu jaman dulunya gagah-gagah sehingga dipersamakan bagai harimau. Dan prabu Siliwangi itu orang yang sakti sehingga dapat menghilang. Rekaan saya itu lebih kurang ada benarnya juga, namun sebagian dari mitos tersebut belum bisa masuk nalar saya. Mungkin ada yang bilang memang orang jaman dulu begitu adanya. Tapi saya rasa setiap mitos ada penjelasan logisnya, ada pemicunya atau ada kisah sebenarnya yang tertutupi oleh pengaruh-pengaruh bunga-bunga cerita dari si petutur, karena mitos ini merupakan kisah lisan yang diwariskan dari mulut ke mulut.
Namun, Apakah benar manusia bisa menjadi harimau ? Apakah benar Prabu Siliwangi menghilang? Siapa Prabu Siliwangi ini?, Apakah benar dia bisa menjelma menjadi harimau dan menghilang?. Untuk itu saya coba melakuka penelitian kecil-kecilan, atau lebih tepatnya mencontek tulisan-tulisan orang lain yang berhubungan dengan ini dan menggabungkannya. Untuk itu saya urai mitos tersebut menjadi 3 masalah pokok. Yaitu Siliwangi, Ngahyang dan Harimau
Prabu Siliwangi
Seperti yang telah ungkap sebelumnya, tokoh yang mempunyai gelar Siliwangi setidaknya ada enam. Selanjutnya dari enam tersebut mana yang diceritakan dalam mitos ?
Serta yang kedua adalah Prabu Surya Kancana. Ini disebabkan karena memang beliaulah raja terakhir Pajajaran. Beliaupun diberitakan tidak berada di istana Pakuan. Ia diberitakan bergelar Pucuk Umum Pulasari yang berarti Panembahan Pulasari (lereng Gunung Palasari Pandeglang).
Dari kedua prabu ini saya cenderung beranggapan bahwa yang diceritakan dalam kisah ini ádalah yang terakhir yaitu Surya Kancana. Alasannya bahwa dengan “hilang-nya” beliau menyebabkan beliau tidak pernah ada penggantinya, karena yang menggantikannya pun jadi gamang akibat tidak jelasnya nasib sang Prabu ini.
Sang Prabu Nga-Hyang
Ngahyang secara harfiah berarti “menjadi Hyang”. Hyang sendiri menurut saya adalah yang di-Agung-kan, diberi derajat yang ”tinggi” dalam sisi spiritual. Sehingga Nga-Hyang berarti meng-agung-kan / di-agung-kan, dalam hal ini berati mendekatkan diri kepada yang maha kuasa. Di sisi lain, beberapa ahli mengartikan Nga-Hyang ini sebagai menghilang dengan proses spiritual yang tinggi. Namun dari catatan sejarah berupa prasasti atau piteket atau yang lainnya, tidak ada yang menyatakan ”Nga-Hyang”.
Jika dihubungkan dengan tidak adanya catatan sejarah mengenai peristiwa ”Nga-Hyang” ini, dapat dianggap bahwa “Nga-Hyang” ini hanyalah merupakan sebutan masyarakat umum tehadap kondisi yang terjadi. Namun jika dihubungkan dengan kejadian yang terjadi saat terakhir Prabu Surya Kencana berkuasa, bagi saya memberi sedikit titik terang. Adapun kejadian tersebut adalah sebagai berikut :
Menurut Pustaka Nusantara III/1 dan Kretabhumi I/2, pada 8 Mei 1568, Pajajaran runtuh. Saat itu utusan pajajaran (kandaga lante) menitipkan perhiasan kerajaan ke Raja Sumedang (=Geusan Ulun) serta Prabu Siliwangi memberi amanah terakhir yang dikenal dengan Uga Wangsit Siliwangi. Dalam wangsit tersebut Prabu Siliwangi menyatakan ”Lalakon urang ngan nepi ka poé ieu, najan dia kabéhan ka ngaing pada satia! Tapi ngaing henteu meunang mawa dia pipilueun, ngilu hirup jadi balangsak, ngilu rudin bari lapar. ................... ”. Artinya kurang lebih ”Kisah kita (=Pajajaran) hanya sampai disini, meskipun kalian semua setia kepadaku! Tapi saya tidak bisa membawa kalian ikut-ikutan (bermasalah), ikut hidup susah, ikut miskin dan kelaparan. .........” .
Dengan peristiwa tersebut bisa disimpulkan bahwa sejak saat itu Prabu Siliwangi menghilang (=tiada kabar berita). Rakyat saat itu juga menyadari bahwa beliau menghilang, dan untuk menyatakan kondisi tersebut masyarakat banyak menyebutnya dengan ”Nga-Hyang” yang kurang lebih berarti hilang untuk mendekatkan diri kepada yang maha kuasa. Sesuai amanat beliau, beliau telah menjadi rakyat jelata, namun entah dimana. Ada kemungkinan menjadi pertapa (resi) untuk mendekatkan diri pada yang kuasa.
Siliwangi Menjadi Harimau
Yang ketiga adalah mitos menjadi harimau. Berdasarkan catatan-catatan sejarah yang ada, tidak ada catatan yang menyatakan bahwa harimau pernah digunakan sebagai lambang kerajaan Sunda ataupun kerajaan pendahulunya Taruma Nagara maupun Salaka Nagara. Adapun binatang yang pernah disebutkan dalam prasasti adalah Gajah dan Lebah. Bahkan Lebah konon menjadi lambang Taruma Nagara jaman Prabu Purnawarman. Sehingga keberadaan atau penggunaan harimau ini menjadi lambang Siliwangi masih sangat kabur, meskipun kemungkinan tentu saja ada namun tak ada bukti sejarah berupa catatan, piteket, prasasti atau sejenisnya dari jaman kerajaan yang bisa direka-reka untuk dihubung-hubungkan.
Sebuah catatan pada jaman Belanda tahun 1687 sedikit membuka tabir mengenai mitos harimau ini. Catatan tersebut menyatakan tentang Laporan Scipio (peneliti asal belanda) pada Gubernur Jenderal Joanes Camphuijs yang diteruskan kepada atasannya di Belanda yang isinya memberitakan kepercayaan penduduk saat itu. Adapun laporan tersebut berbunyi "dat hetselve paleijs en specialijck de verheven zitplaets van den getal tijgers bewaakt ent bewaart wort" (bahwa istana tersebut terutama sekali tempat duduk yang ditinggikan untuk raja "Jawa" Pajajaran sekarang masih berkabut dan dijaga serta dirawat oleh sejumlah besar harimau). Laporan tersebut ditulis tanggal 23 Desember 1687.
Catatan tersebut menyebutkan bahwa sudah ada kepercayaan penduduk saat itu yang menyatakan bahwa (bekas) istana pajajaran dijaga oleh sekelompok harimau. Dan menurut catatan, pada tanggal 28 Agustus 1687 pernah ada serangan harimau terhadap rombongan peneliti di daerah tersebut. Karena kelompok harimau tersebut terkesan bagaikan para penjaga (reruntuhan) istana pakuan, maka kelompok harimau tersebut dianggap sebagai jelmaan para prajurit yang sangat setia terhadap Prabu Siliwangi.
Dengan kisah tersebut saya berkesimpulan bahwa sumber mitos harimau siliwangi berawal dari sini. Namun dalam cerita masyarakat ini, harimau tersebut hanya digambarkan sebagai para prajuritnya, Prabu Siliwangi sendiri sama sekali tidak disebut-sebut. Penggambaran harimau ini semakin kuat saat kesatuan militer yang diberi nama siliwangi dan berlambang harimau, sukses mengambil hati masyarakat jawa barat di masa perjuangan kemerdekaan.
Kesimpulan
Jadi dari uraian tersebut penulis berkesimpulan bahwa Prabu Siliwangi yang terakhir memang ”Nga-Hyang”. Namun dalam artian beliau mengundurkan diri secara politik dari hiruk pikuk kerajaan (pada saat itu). Sedangkan untuk mitos Prabu Siliwangi menjadi harimau sepertinya hanyalah sebuah mitos hasil rekaan kisah masyarakat dari mulut ke mulut, dengan dasar adanya kelompok harimau yang bagaikan penjaga istana. Dengan demikian mitos tersebut Prabu Siliwangi nga-hyang dan menjelma menjadi harimau hanyalah sebuah cerita masyarakat yang menggambarkan reruntuhan istana pakuan dengan rekayasa bumbu-bumbu mistis.
Dari berbagai sumber
Firman Raharja 051108
apa mungkin harimau2 yang ada di reruntuhan pakuan padjadjaran adalah harimau gunung yang datang karena mencium bau amis dari mayat yang tewas akibat dari pertempuran, karena setahu saya di jawa barat jaman baheula banyak berkeliaran harimau/maung.hatur nuhun
ReplyDeleteSepertinya tidak mungkin. Alasannya
ReplyDeletePertama dilihat dari dimensi waktu. Waktu yang dibutuhkan oleh bekas sebuah "kota" untuk menjadi hutan yang layak huni bagi harimau saya kira cukup lama. Melebihi waktu hancurnya mayat-mayat.
Kedua, adanya kewajiban bagi orang Islam untuk menguburkan mayat, meskipun itu musuh perang.
Ketiga, pertemuan dengan harimau yang dimaksud, terjadi setelah 100 tahun peperangan.
Saya baru nemu blog ini karena sedang cari2 bacaan soal Pakuan Pajajaran. Suka sejarah kerajaan Indonesia ya?
ReplyDeleteSejarah Pajajaran ini memang penuh nuansa mistis. Konon sampai sekarang masih banyak orang yang ngalap berkah/ngelmu ke makam leluhur Pajajaran. Ada kisah tentang ini? :D
Terima Kasih atas kedatangan nonadita. Sejarah saya ikuti sebagai hobi, baru menggarap jawa barat dan sekitarnya serta yang berkaitan dengan itu aja.
ReplyDeleteSoal mistis, iya .. sejarah pajajaran menurut saya malah terlalu banyak bumbu mistis sehingga banyak yang tidak dapat menerimanya. saya berupaya mencari sesuatu yang "logis".
hai hai..
ReplyDeleteaku juga suka baca sejarah. namun seringkali sejarah terdistorsi oleh tradisi dan cerita rakyat. walau kadang "irasional", namun di sini lah menurut saya yg menarik.. hihih..
karena saya bukan ahli sejarah, seringkali "bumbu-bumbu
" ini makin membuat cerita sejarah jadi menarik, tanpa harus menghilangkan unsur "logis"nya..
selama ini emang sejarah banten dan jawa barat kurang banyak terekspos. kebanyakan sejarah dari jawa tengah/jawa timur. :D
salam kenal!
Penikmat Cerita Sejarah..
Terima Kasih atas kunjungannya.
ReplyDeleteSangat menarik ceritanya,...
ReplyDeleteSaya berpendapat mitos lambang "harimau" yang disematkan kepada prabu siliwangi,juga mempunyai makna "semangat pantang menyerah". Spt seekor harimau yg berperang/berjuang sampai darah tetes penghabisan, pengayom dan sayang thd keturunan/terehnya.
Dan Keterurunan beliau spt pohon beringin, kokoh,kuat dan banyak cabangnya,...
Suatu warisan nenek moyang yang sangat berharga dan bernilai.
TH.AK,C
saya salah satu yang sedang menelusuri kerajaan pajajaran, saran aja untuk melengkapi sejarah di atas wawancara ke keluarga besar cirebon dan banten yang masih ada peninggalan. mitos atau bukannya tentang siliwangi itu harimau merupakan bagian silsilah berbagai prilaku manusia zaman dahulu, bisa saja simiotik bagi kerajaan di tatar sunda, karena hilang dalam sejarah berarti akan terulang kembali kerajaan itu karena peninggalannya yaitu SILIWANGI
ReplyDeletekarena ketertarikan, ya ikutan nambahkan : SILIWANGI berarti harus saling menjaga martabat bangsa, menjaga kehormatan dan keharuman negara dimana saja, kapan saja, siapa saja, putra-putra bangsa. siliwangi dengan harimau merupakan simiotik bagi mereka yang mau menjaga kaharuman bangsa dan negara, karena pajajaran berarti nusantara menjajarkan luasnya NKRI, Nga-Hyang = menghilang hanya dalam sejarah dan cerita tatar sunda, tapi bukti dan semangat siliwangi masih ada bagi bangsa, hilang dalam sejarah berarti kemungkinan akan kembali pajajaran dengan kerajaan bukti itu adalah SILIWANGI . SUNDA kepanjangan dari menyusun dada, artinya harus alief atau teguh pendirian bahasa islam ISTIQOMAH inilah tugas anak adam kepada YANG MAHA KUASA sehingga benar menjalani hidup di dunia itu juga SILIWANGI ... pemehamannya berani sepeti harimau, memberi wangi kapada siapa saja sesama umat manusia, kepada binatang dan alam semesta itulah SILIWANGI ... suatu pesan yang perlu kita laksanakan
ReplyDeletetanpa bermaksud menyalahkan. tapi informasi yang anda berikan itu salah dan sangat tidak mendasar, karena tidak disertai bukti-bukti peninggalan yg otentik. kerajaan sunda itu dulunya bukan bernama padjadjaran tapi kerajaan Gajah, dinamakan padjadjaran dikarenakan pada saat berperang melawan kerajaan galuh yang menyewa pasukan mongolpati, kerajaan gajah dibantu oleh pasukan harimau putih dari bangsa siluman yang berjajar didepan bersama dengan pasukan gajah. lalu sejak peperangan itu maka digantilah namanya menjadi padjadjar, nama rajanya sebelum bergelar Prabu Siliwangi adalah Pangeran Pamanah Rasa, gelar prabu siliwangi diberikan oleh dua orang penguasa cirebon karena raden pamanah rasa telah berhasil menguasai cirebon dengan damai tanpa peperangan. oh iya… prabu siliwangi juga muslim, beliau diislamkan oleh syekh Quro, syekh Quro membuka pesantren pertama di cirebon yang… “jgn khawatir sejarah Mama Kyai Haji Prabu Siliwangi yg saya utarakan itu berdasarkan testimoni beliau… disertai bukti-bukti peninggalan sejarah yang tidak dimiliki oleh situs2 peninggalan kerajaan padadjaran manapun…
ReplyDeleteTerima Kasih atas masukannya
ReplyDeletesaya selaku orang keturunan panjalu sangatmenghormati dan percaya akan adanya leluhur kami MAUNG SILIWANGI yang slalu kami jaga peninggalannya
ReplyDeletesaya selaku pemakai lambang siliwangi mengajak mari kita laksanakan sebagian kecil dari makna yang tersirat dari siliwangi yaitu "silih asah, silih asih, silih asuh, silih wangi keun " agar bangsa kita tetap rukun damai dan sejahtera,
ReplyDelete@anggara
ReplyDeleteterima kasih atas kunjungannya.
setuju ... mari kita jaga bersama sama
@rukmana
ya!! mari kita jaga.
hatur nuhun parantos rurumpaheun sumping
jujur saya hanya tertawa membaca situs ini. selaku keturunan beliau,,saya hanya berpesan sebelum anda menilai sesuatu,,telusurilah terlebih dahulu mengenai hal ini hingga ke akar terkecil!!!!
ReplyDeleteDan Prabu Siliwangi tidak berjumlah 6 orang, namun 7 orang!! Dan kenapa anda semua tidak mencari tahu siapakah guru beliau???
4 dari 7 Prabu Siliwangi memiliki guru yang sama,,penguasa area jawa barat!!
Jangan meremehkan cerita mitos,,karena ketika akal dan kelogisan tidak dapat digunakan,,maka dunia gaib lah yang akan berjalan,,atas izin Allah SWT!!
Dan kamu yang punya blog ini,,sebelum bicara dan memaparkan suatu cerita,,telaah lah terlebih dahulu!!
Jika kamu tidak dapat jawabannya,,jangan pernah kamu memaparkan itu di muka umum!!
Jika kamu tidak pernah bisa merasakan kehadiran mereka semua,,jangan pernah memaparkan sesuatu yang TIDAK pernah kamu lihat!!!!!
Dan siapa bilang beliau tidak berubah jadi harimau putih? bisa kamu berargumen? saya tunggu jawabannya!! jika tidak dapat,,beritahu saya!! Cankam itu!!
saya pernah di tampakan duah buah mata pas lagi mati lampu dan saya juga pernah di kasih jejak kaki macan di tempat tidur saya tapak kakinya berwarna kecoklatan kira2 2 kali lebih besar dari kaki orang dewasa kenapa saya bilang tapak macan soalnya 4 jari diatas yang jempolnya ada disamping rada jauh dari 4 jari lainnya, saya juga keturunannya tp saya tidak mau tau terlalu dalam takut terjerumus dalam mistik, saya asli orang ciamis di panjalu, wasalam
ReplyDeleteohh ya utuk my @heart beliau tidak berubah jadi macan putih tapi pengikut gaib nya yang barbentuk macan putih yang selalu membantu beliau dalam peperangan
ReplyDelete@My Heart : Terima kasih atas kunjungan dan tanggapannya.
ReplyDeleteTulisan ini lahir dari opini saya yang berdasar pada hal yang kasat mata semata.
@R Agha : Terima Kasih atas kunjungannya.
ReplyDeleteterimakasih untuk infonya, membantu untuk mengingat sejarah juga ...
ReplyDeleteberkunjung juga di blog ane gan
http://erosandi.blogspot.com
Sama sama Bung Eko
ReplyDeleteHARIMAU tersebut BENAR PRABU SILIWANGI ( SURYA KANCANA )
ReplyDeleteHARIMAU TERSEBUT ADALAH HARIMAU PUTIH...
Ada yang bisa tunjukan letak istana pajajaran yang sesungguhnya ga......
ReplyDeleteSemua keturunan kalian akan aku kunjungi, tapi hanya pada waktu tertentu dan saat diperlukan. Aku akan datang lagi, menolong yang perlu, membantu yang susah, tapi hanya mereka yang bagus perangainya. Apabila aku datang takkan terlihat; apabila aku berbicara takkan terdengar. Memang aku akan datang tapi hanya untuk mereka yang baik hatinya, mereka yang mengerti dan satu tujuan, yang mengerti tentang harum sejati juga mempunyai jalan pikiran yang lurus dan bagus tingkah lakunya. Ketika aku datang, tidak berupa dan bersuara tapi memberi ciri dengan wewangian. Semenjak hari ini, Pajajaran hilang dari alam nyata. Hilang kotanya, hilang negaranya. Pajajaran tidak akan meninggalkan jejak, selain nama untuk mereka yang berusaha menelusuri. Sebab bukti yang ada akan banyak yang menolak! Tapi suatu saat akan ada yang mencoba, supaya yang hilang bisa diteemukan kembali. Bisa saja, hanya menelusurinya harus memakai dasar. Tapi yang menelusurinya banyak yang sok pintar dan sombong. dan bahkan berlebihan kalau bicara.
ReplyDeleteSuatu saat nanti akan banyak hal yang ditemui, sebagian-sebagian. Sebab terlanjur dilarang oleh Pemimpin Pengganti! Ada yang berani menelusuri terus menerus, tidak mengindahkan larangan, mencari sambil melawan, melawan sambil tertawa ... Bagian dari wangsit Siliwangi.
Sejarah Pajajaran/sunda penuh dengan misteri jika hanya mengandalkan bukti logika/logis tentu tdk akan terbukti 100%, jika mengandalkan bukti gaib pun tdk akan menampakan 100%. Saya sendiri sedang menelusuri sejarah ini baik secara logis maupun gaib. Sdh 5 tahun sy mencoba mengumpulkan yg terserak ini dan blm juga selesai, berkali2 banyak hal mistis sampai ke sy berkali2 juga bukti logis tiba2 tertemukan namun Pajajaran blm jg rampung.
Satu kenyataan yg baru sy ketahui, ternyata Prabu Siliwangi pernah mengundang raja2, hulubalang, org2 sakti dari seluruh nusantara dtg ke pajajaran utk mengajak menyatukan nusantara karena Prabu Siliwangi mendapat wangsit bahwa nusantara akan dijajah. Namun sebelum niat itu terlaksana Pajajaran terburu terjepit dlm konflik dan sirna.
Dr cerita ini sy mempunyai kesimpulan yg tdk akan sy ungkapkan dahulu, tp sepertinya cerita ini sangat masuk akal, pd saat itu Islam sdg berkembang pesat perpolitikan saat itu begitu panas hingga kemungkinan "dinsati Islam saat itu yg sedang berkembang tdk ingin "tersaingi" maka keputusan utk menyerang/meruntuhkan Pajajaran tercipta. Bertahun2 setelah peristiwa mulainya konflik itu terbukti VOC telah dtg ke nusantara dan mulai menjajah.
Menurut saya ada kisah mata rantai yg hilang entah sengaja atau tidak tp saya kira cirebon dan banten memiliki mata rantai itu, entah mereka akan mengungkapkan apa yg sebenarnya terjadi atau tidak namun lambat laun Pajajaran pasti akan "ngadeug" lg di bumi ini ...
ya, maaf kut gabung, ya, bagi saya memang sliwangi adalah gelar yg di berikan utk raja 2 sunda padjajaran, tapi bagi saya, yg cocok siapa sebenarnya prabu siliwangi, adalah pangeran manahrasa sang ratu jayadewata, yg mewarisi 2 kerajaan, galuh pakuan di ciamis, dan pakuan padjajaran di bogor. yg menikah dg ratu subang larang, yg konon mempunyai ilmu ajian maung siliwangi.
ReplyDeletejadi siapa keturunan prabu siliwangi sekarang ini?
ReplyDelete'MULUT MU HARIMAU MU YANG MENCELAKAKAN MU DAN MENYELAMAT KAN MU'
ReplyDeleteterimakasih ....atas info yang mas kasih ,,lumayan kang saya urang sunda jadi rada terang saalit2..carita sejarah sunda...
ReplyDeleteprBU SILIWANGGI ADA CMN KL JAMAN DULU ADA YA SKRNG JG MSH ADA TP PUSAKA KAKANG PRABU ADA SM ORG UDA JGN BYK CERITA BHG..SY NGA SK CERITA NGADA2222 KL ORNG YG DI KASIH PUSAKA NYA NGA BAKAL ORG TAU HANYA ALLAH YG TAU..
ReplyDeleteKAKANG PRABU SILIWANGGI...ADA SEPERTI IBUNDA RATU JG ADA TP KL ORG222 NGA TAU NGA USAH CERITA BHG DEEEEE..LAGIAN BUNDA JG NGA SUKA ORG MUNAFIK...SM DGN KPRABU...SEMUAH ALAM GAIP ADA CMN KL DIA NGA NAMBAK...MAKANYA JGN ASAL NGOMONG JELEK TAU AKIBATNYA DEWI NGA SK ADA KOMENTAR NGADA22222 DAN BHG....?
ReplyDeleteBENAR ATAU TIDAKNYA KITA SERAHKAN SAJA PADA YANG KUASA,TETAPI MEMANG BENAR EYANG PRABU ITU MEMANG ADA HANYA KITA SAJA YANG BELUM TAHU BENAR KEJADIANNYA.
ReplyDeleteUrang sadaya nu ngaraos sunda,,,,, tong nyebar2 mitos bohong,,talungtik heula kakara ngomong nu bener teu make bohong,,,,,, Yuk urang jaga ku sararea mitos jeung budaya sunda,,,, kapan cenah SILIWANGI TEH,,,,,, SILIH WAWANGI,,,,,malah kudu silih asah, silih asuh jeung silih asih,,,,lain silih bohongan pamanggih,,,,, hatur nuhun
ReplyDeleteesa hilang dua terbilang
ReplyDeletemaaf sy..adalah cucu dari..abah saya beliau sebelum wapat mempunyai 2 harimau penjaga dirumahnya ..tapi harimau pajaran.goib.bkn harimau biasa.dan smua keturunan klrga kami..pernah menyaksikan disaat tertentu,menampakan,..malahan bnyk para tetangga dan penjaga rumah abah.mahdi..histeris melihat sosok harimau besar lagi berdiri didepan pintu gerbang rumah.ini bukan rekayasa ato cerita.ini adalah nyata.dan hampir smua warga dan pageden wktu itu ,mengetahui.tapi didunia yg sudah moderen ini ..bnyk yg menyimpulkan antara .mitos dan cerita khayalan semata..percaya ato tidak..hanya allah yg tau.dan kami selaku keturunanya.yg tau.dan akan selalu menjaga..tanah sunda..maheutkeun kana pancen..ka lemah cai..ngabakti kanagara,kubalumbang rasa.urang sunnda leubeur wawaneun.
ReplyDeleteaq g ngerti masalah kerajaan padjajaran,makax pingin tahu bgt,gara2 setelah ada kecelakaan ssj100 di gunung salak,cuma nyari tahu apa hub prabu siliwangi dgn gunung salak yg saya pernah dengar juga gunung salak dan 2 gunung yg lain (kurang tahu)adalah tiga bermuda di indonesia,benarkah???
ReplyDeleteMari kita saling mengisi, jika ada yang kurang ataupun yang salah kita perbaiki bersama berdasarkan atas bukti yang kita dapatkan bersama. Dengan demikian akan menjadi jelas, sehingga anak cucu kita nanti dapat mengetahui sejarah yang benar. hatur nuhun sadayana.
ReplyDeletesilsilah raja pajajaran-galuh dll sdh mudah dicari di net, sy punya pendapat : wilayah nusantara pd sekitar abad 1 Masehi mempuyai pusat konsentrasi kebudayaan di bagian barat pulau jawa barat,sekitar lampung,semenanjung malaka. tp di daerah daerah lain sumatera,sulawesi,kalimntan,maluku,papua telah berpenduduk yg terdiri dari kelompok2 kecil dan menengah. Mulai lah terbentuk suatu pengorganisasian bernama "kerajaan" pada abad 1 ini yaitu "salakanagara". Anda bisa search google hubungan2 raja2 mulai dr salakanagara,tarumanagara,pajajaran,galuh,singasari,,majapahit,,lihat lah ada hubungan/byk hub secara genetis dari pemimpin2 kerajaannya. lihat pula dr sudut bahasa,sastra kebiasaan..banyak persamaannya!
ReplyDeleteKerajaan2 masa lampau banyak menganut konsep "city State" alias Kota Negara/ Negara Kota. yaitu pusat kerajaan utama yg berwilayah di 1 kota yang didalamnya serba kumplit akan sarana untuk penunjang kehidupan seperti yunani,Troy.Roma di eropa.
konsep "city state" ini juga di anut di wilayah nusantara. (ingat! belajarlah berfikir bahwa jaman dahulu tdk seterbelakang apa yg biasa kita fikir ! ) seperti halnya kata "Sunda" asal kata dari Sunda Pura yaitu sebutan untuk Kota/wilayah/kerajaan. yg pada ahirnya ada sebutan orang "Sunda"
Balik lagi ttg nusantara, dari pusat sebutlah "peradaban" di bagian barat wilayah pulau jawa menyebarlah ke berbagai wilayah Nusantara di karenakan berbagai macam alasan dalam menunjang keidupan. Bisa dilihat dari silsilah Raden Wijaya atau pun sebelumnya! bahkan, ada bbrp catatan tentang penyebaran ke wilayah pedalaman sumatera ttg riwayat kerajaan pertama di Minang Kabau.
Tanya ke org minang kenapa Wanita/Ibu yang menjadi pewaris budaya/pembawa Marga? jika terus di telusuri akan bertemu jawabannya : dipercaya Suku Minang/Kerajaan Minang di dirikan di awali oleh Wanita. ini sinkron dgn mitos/catatan bahwa leluhur "tanah Sunda ini ada seorang wanita yang bermigrasi/berpindah ke daerah pedalaman sumatera.
Di sini bisa kita lihat bahwa byk sekali hubungan pertalian di wilayah Nusantara ini, dan msh byk lg hub2 pertalian ke daerah lainnnya,,mungkin lain waktu sy sampaikan lg.
sy nulis ini untuk dpt kita bersama renungkan bahwa pd hakekatnya Nusantara ini mayoritas mempunyai hubungan pertalian darah, tdk ada kata "Suku" pd masa lampau hanya ada "orang wilayah pajajaran,galuh,majapahit dll.
Jadi, untuk masa kini kurangilah fanatik kedaerahan karena kita sebenarnya adalah benar2 satu "asal".
Catatan :
1. Wilayah Nusantara : Indonesia,malay,singapur,filipina selatan, thailand,laos,kamboja,myanmar.
2. sekitar abad 12-14, menurut catatan marcopolo yg sy baca di Bukunya Anthony Reid mengatakan, wilayah nusantara mempunyai bahasa untuk berkomunikasi, jd seorang sulawesi jika berdagang dgn org thailand menggunakan bahasa yg sama yg mnrt ahli bhs skrg disebut bahasa"melayu Kuno"
3. pemimpin/Raja2 banyak yg bertalian darah
4. kenapa hanya wangsa/keturunan/keluarga itu saja yg memimpin hingga tercatat dlm sejarah?
5. Perseteruan antar wilayah/kerajaan banyak disebabkan hal2 penguasaan wilayah lain dan perebutan tahta. Posisi Masyarakat? ngikut saja... sama ngga dgn pola sekarang?
6. bagaimanakah pola bahasa, langgam di pulau jawa sebelum abad 17 M
7. bagaimanakah hubungan VOC dan Amangkurat 1
8. siapakah pemimpin2 Indonesia pada jaman revolusi dan jaman republik hingga saat ini.
9. kepanjangan,, jd menyimpang kemana mana yaa,,, :p
10. search google n beli buku sejarah lah ga mahal ko, usahakan yg karangan org luar negri
11. jgn fanatis berlebihan akan satu informasi, sinkronkan dgn informasi lain
maaf jika klo byk kekurangan, namnya jg pencarian,,, ;)
datangi blog saya : www.joyriderbandung.blogspot.com
tengkyu all salam dan peluk hangat dr saya.. sang joyriderbandung
JOY : sebelum masa "salakanagara" apaa yaa? hayoo apaa cobaa??
ReplyDeletesaya percaya dgn nga hiyang menjadi harimau kna leluhur saya masih dari padjadjaran.rumah kakek saya sering didatangi harimau di waktu2 tertentu .dan yang mengejutkan bagi keluarga saya ketika buyut saya meninggal kenapa jasadnya berubah menjdi harimau dia loncat lansung menghilang entah kemana.dan wku meninggal kakek di jemput sama tiga harimau.dan kakek berpesan setelah tiga hari tengok kuburanku ,emang aneh kpa kuburan berlobang begitu besar seperti ada sesuatu yg keluar .ini cuman ulas ringkasan dari leluhur saya masih byk keanehan yg tak masuk akal.percaya atau tdk itulah yg terjadi cukup keluarga saya yg menympan rahasiah ini
ReplyDeletediatas langit masih ada langit,diatas gunung masih ada gunung.janganlah kau banggakan,suatu keturunan dengan keturunan lainya,mari kita semua tanpa terkecuali,memupuk rasa persatuan dan kesatuan,saling kasih mengasihi,saling sayang meyayangi.jgan lah ada perbedaan,baik suku ras mapun agama.dimata tuhan kita semua sama.amal perbuatanlah yang di lihat.wassalam.RADEN AZIS WIJAYA WISESA.PANGERAN 11.
ReplyDeleteVery nice post. I just stumbled upon your weblog and wished to mention that I have truly enjoyed surfing around your blog posts.
ReplyDeleteAfter all I will be subscribing to your rss feed
and I hope you write again very soon!
Here is my website - vakantiehuizen frankrijk
a, punten, siliwangi th muslim a.... Abdi urg sukabumi a. Disukabumi aya musiumna digunung puyuh. Bilih bade kainya, mangga
ReplyDeleteHowdy! Would you mind if I share your blog with my facebook group?
ReplyDeleteThere's a lot of folks that I think would really enjoy your content. Please let me know. Cheers
My site; vakantiehuizen frankrijk
My brother suggested I would possibly like this website.
ReplyDeleteHe was entirely right. This publish actually made my day.
You cann't imagine just how a lot time I had spent for this info! Thank you!
my page :: vakantiehuis